Selasa, 09 Februari 2010

Senandung Pencarian


Langkah ku terhenti
di tepian jurang terjal ketujuh.
Sekejap terjerembab di hamparan hijau,
bayang raga pulas dalam dekap curam.

Lembah menatap nanar, tajam, tanpa kedipan.
Ku lempar pandang ke sudut buana,
kabut tertawa.
Aku tengadah ke langit jauh,
ku cari pelangi,
mentari mencubit mata lelah ku.
Aku meregang, terkapar, tatap binar.

Diantara dedaunan teduh, semilir bersyair.
Aku tersenyum...
Ada tetes embun menyapa...


09/02/2010

Senin, 08 Februari 2010

Jejak Darah


Ku tinggalkan lorong masa dengan jejak bercecer darah,
perlahan, dalam diam, tanpa pesan di lembaran kisah...
Langkah tertatih ringkih, sendu, berurai,
mengejar muara senyum keabadian...


09/02/10

Cahaya Asa


Dan ketika cahaya itu sekejap menyapa,
memapah ke tepi,
aku terguncang dengan jiwa yang kian sekarat.
Lirihku : "Ooo, sungguhkah kematian belum menjemputku...(!?!)"

Selintas kemudian
bersama cahaya,
ku ingin kembali ukirkan senyum itu...


Monday, at 2:55am, 08/02/2010

Sekarat


Gelisah itu telah menyeret pada keterjagaan,
meluluh-lantakkan bias tenang
yang sekejap membelai kemudian lari meninggalkan,
dengan ceceran darah luka.

Sorot tajam itu menghardik serpihan tak bertuan,
menghujamkan tikaman
pada kilasan pandang kerinduan yang teramat menakutkan,

Serpihan ini terjerembab
pada penggalan waktu yang belum hendak disapa,
gelap,
sepi,
teramat mencekam...


Monday, at 1:44am, 08/02/2010

Damai Hujan


Perbincangan hujan telah usai,
sepenggalan kisah telah mengukir penggalan kata ber-aura sederhana.
Pada hamparan langit
sayup mengudara alunan merdu
syair ratapan pada Tuhan,
seruan kebahagiaan bagi para penikmat ketenangan...

Dan aku,
lewat semilir angin,
titipkan salam bahagia bagi malam...


Ahad at 6:37pm, 07/02/2010

Euphoria Siang


Dzuhur yang sekejap disinggahi
diantara lintasan perniagaan,
kini telah terpanggang matahari.
Ghonimah keriuhan menghantar ikan dan sayur segar
menjadi korban keganasan sang peracik...

Sekejap kemudian,
menjadi kenikmatan yang wajib disyukuri...


Ahad at 1:06pm, 07/02/2010

Euphoria Pagi


Ku bisik kan sepenggal salam bahagia pada embun di dedaunan...


Ahad at 8:04am, 07/02/2010

Roman Malam :


Memugar puing-puing tawa
pada lintasan gelap
yang tersapa seserpih debu.

Sesaat kemudian,
menuju gerbang cahaya kota mati..."


Ahad at 1:48am, 07/02/2010

Titik Nadir


Seserpih debu telah hampir ditikam kematian...


Sat at 11:50am, 06/02/2010

Simphoni Damai



dan,
kicauan pagi pun telah senandungkan simphoni damai,
nikmatilah sekejap,
sesaat kemudian cahaya 'kan memungut embun dari pucuk dedaunan...


Sat at 5:54am, 06/02/2010

Irama Risau


Fikir tak seirama jiwa,
ada risau yang mengusik malam...
tafsir asa uraikan makna keikhlasan
pada perkara memahami dan menunaikan...
embun itu, keniscayaankah...(!?!)


Sat at 1:58am, 06/02/2010

Kosong


Sejenak ingin ku kosongkon
jiwa dan fikirku...
ku biarkan ruh
bercengkerama
bersama hujan dan dedaunan...


Fri at 3:38pm 05/02/2010

Perbincangan Debu


Serpihan debu
dalam perbincangan malam... :
"memahami dan menunaikan"


Friday, 05 Feb 2010

Elegi Jiwa dan Fikir


Sejenak ingin ku kosongkan jiwa dan fikirku...
ku biarkan ruh ku bercengkerama
bersama hujan dan dedaunan...


Friday, 05 Feb 2010

Jumat, 05 Februari 2010

Diorama Senja


"Alhamdulillah,
Seirama penaklukan hujan akan terang,
Skenario kisah seret laluan pada perkejaran menuju cahaya.
Rangkaian ceria yang dititip pagi pun kian merekah...
Dan sesaat kemudian lembayung senja "kan menyapa gelap...
Adakah cahaya kemudian...???
Semoga senantiasa dalam kebijaksanaan..."


2010 Wed 3 at 5:59pm

Diorama Pagi


"Ketika bening adalah embun,
maka mentari dengan kekuasaan cahaya (Nya) akan memungutnya perlahan.
Laluan kelam berhijrah menuju terang...
Laluan gelisah berhijrah rangkai ceria...
Laluan kisah kemudian,
beriring ikhtiar mulakan bismillah...
Semoga senantiasa menjadi makhluk mulia yang memuliakan..."


2010 Wed 3 at 8:25am

Sejarah Malam


"Malam perlahan menyejarah,
dan aku pun hampir terbunuh oleh waktu...
Sungguh rinduku inginkan sejenak sejuk itu menghampiri.
Biarkan bahagia tak sekedar mimpi..."


2010 3 Wed at 2:18am

Aura Cahaya


"Aura cahaya itu,
membuka pagi ini bersama bagaskara yangg terpana
pada senyumnya yang mawar.
Ia lintasi padang rinduku,
dengan senandung tasbih_

Angin sejenak terhenti
terjebak dalam pesona,
Ia adalah cahaya putih,
yang menyublimkan hati-hati melati,
juga bekukan segulung rindu
lewat tatapannya yang kilat,
menjelma kilauan yang terpahat_

Aura cahaya itu,
lintasi padang waktuku
dengan senyumnya yg paling mawar"


2010 Tue 2 at 10:54am

Asa yang hampir hilang


"dan ketika keputus-asa-an
tak lagi tersejukkan oleh air mata darah,
maka biarkan semua menyejarah...
perlahan...
perlahan...
dan hilang...!!!"


2010 Tue 2 at 2:50am

Rindu yang diam


"Pada sepenggalan malam,
cahaya itu merenggut rindu...
tak mampu terungkap kata...
kecuali kebahagiaan yang mengagumkan..."


2010 Tue 2 at 1:46am